PBNU Tak Lihat Hilal, Ramadan Diprediksi Selasa 12 Maret 2024

SHARE  

Petugas mengamati posisi hilal di Masjid Al-Musyariin, Jakarta, Minggu (9/4/2024). (REUTERS/Willy Kurniawan) Foto: Petugas mengamati posisi hilal di Masjid Al-Musyariin, Jakarta, Minggu (9/4/2024). (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNBC Indonesia – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah melakukan pemantauan bulan atau hilal di sejumlah titik di Indonesia pada Minggu (10/3/2024). Pemantauan hilal dilakukan untuk menentukan awal bulan suci Ramadhan 2024. 

Hasilnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyebut bahwa hilal tidak terlihat di Indonesia. 

“Sesuai dengan perhitungan hisab bahwa ketinggian bulan menurut hasil hisab, yang tertinggi di Banda Aceh masih sangat kecil nilainya hanya 0 derajat. Itu berarti belum memenuhi syarat,” ujarnya, dalam konferensi pers, Minggu (10/3/3034). 

Hasil pengamatan bulan dari PBNU ini kemudian dilaporkan kepada Kementerian Agama sebagai bahan untuk sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1445 H. 

“Ini tentunya jadi pertimbangan Ramadan 1445 Hijriah, maka kita bisa mengharapkan bahwa keputusan isbat Ramadan akan menyatakan bahwa Ramadan dimulai atau akan jatuh pada hari Selasa 12 Maret 2024.”

Perlu diketahui, warga Muhammadiyah akan mulai berpuasa pada Senin, 11 Maret 2024. Sehingga, malam ini warga Muhammadiyah sudah melaksanakan shalat tarawih https://perjalananini.com/perdana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*